Budaya
Home » Berita » Bapperida Gumas Gelar Asistensi Inovasi Daerah Tahap II Tahun 2026

Bapperida Gumas Gelar Asistensi Inovasi Daerah Tahap II Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan Asistensi Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026 (Tahap II) yang dilaksanakan di Aula Bapperida, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para inovator dan operator yang berasal dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

Asistensi ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Bupati Gunung Mas dan seluruh kepala perangkat daerah dalam meningkatkan penilaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Instruksi Bupati Gunung Mas Nomor 8 Tahun 2023 tentang Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi, yang mengamanatkan setiap perangkat daerah untuk mengirimkan minimal satu inovasi setiap tahunnya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Gunung Mas yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, Vina Valentina Pasaribu.

DWP Gunung Mas Gelar Pertemuan Rutin dan Ibadah, Perkuat Kepedulian di Tengah Karhutla

Dalam sambutannya, Vina menyampaikan bahwa kegiatan Asistensi Inovasi Daerah Tahun 2026 Tahap II bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada perangkat daerah dalam pengelolaan dan pengembangan inovasi daerah. “Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pendampingan teknis kepada perangkat daerah dalam pengelolaan dan pengembangan inovasi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai kebijakan dan pengelolaan inovasi daerah, meningkatkan kualitas proposal dan pelaporan inovasi daerah, mendorong lahirnya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan, mematangkan data dukung inovasi guna persiapan lomba inovasi, serta meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas.

Vina menuturkan bahwa setiap tahun pemerintah daerah memperoleh penilaian indeks inovasi dari Kementerian Dalam Negeri melalui ajangInnovative Government Award (IGA).

Hasil penilaian tersebut menunjukkan tren positif bagi Kabupaten Gunung Mas. “Pada tahun 2024 Kabupaten Gunung Mas berada pada peringkat 158 dari 415 kabupaten dengan predikat inovatif.

Puji syukur, pada tahun 2025 prestasi Gunung Mas meningkat ke peringkat 104 dari 415 kabupaten dan masih dalam predikat inovatif,” ungkapnya.

Gunung Mas Raih Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintahan daerah.

Oleh karena itu, melalui kegiatan asistensi ini, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam mempersiapkan penginputan inovasi tahun 2026, sekaligus mempertahankan predikat inovatif yang telah diraih serta meningkatkan capaian menuju predikat Sangat Inovatif. “Dengan semakin banyak inovasi yang lahir dari perangkat daerah, maka indeks inovasi daerah kita akan meningkat,” tutur Vina.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan asistensi yang dilaksanakan saat ini merupakan asistensi tahap kedua.

Sebelumnya, asistensi tahap pertama telah dilaksanakan pada bulan Maret 2026 sebagai upaya penjaringan inovasi daerah.

Sementara itu, asistensi tahap kedua difokuskan pada pematangan inovasi yang akan diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 serta memantapkan kelengkapan data dukung yang akan diinput ke dalam aplikasi IGA.

Mantapkan Good Governance, Pemkab Gunung Mas Gelar Pendampingan Maturitas SPIP

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Gunung Mas, yakniVina Valentina Pasaribu,Antonius Anu, danEvy Asthania Sari.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap budaya inovasi terus tumbuh di setiap perangkat daerah sehingga mampu menciptakan berbagai terobosan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta daya saing daerah yang semakin kuat.