KUALA KURUN — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kuala Kurun. Langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi antrean masyarakat di sejumlah titik pengisian BBM.
Pada 13 Mei 2026, pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi antrean sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lebih lancar.
Hasil pemantauan menunjukkan antrean masyarakat di sejumlah SPBU mulai menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa distribusi secara bertahap mulai membaik.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait tetap melakukan pengawasan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran. Pengawasan diperlukan agar kondisi pasokan dapat dipantau secara langsung dan persoalan di lapangan segera diketahui.
Berdasarkan data pemantauan di SPBU Jalan Diponegoro Kuala Kurun pada 13 Mei 2026, stok yang tersedia tercatat sebanyak 14.027 liter Pertalite, 21.355 liter Pertamax, dan 14.389 liter Dexlite.
Data stok tersebut memberikan gambaran kondisi pasokan pada saat pemantauan dilakukan. Namun, ketersediaan BBM dapat berubah mengikuti distribusi dan tingkat kebutuhan masyarakat sehingga pengawasan tetap diperlukan.
Kelancaran distribusi BBM memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Bahan bakar dibutuhkan untuk transportasi, kegiatan ekonomi, pelayanan, dan mobilitas warga di wilayah Gunung Mas.
Karena itu, pemerintah daerah menempatkan koordinasi dengan pihak terkait sebagai salah satu langkah dalam menjaga stabilitas pasokan. Pengawasan lapangan menjadi penting untuk memastikan informasi mengenai kondisi BBM sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Penurunan antrean menjadi perkembangan positif dalam pemantauan pada 13 Mei. Meski demikian, pemerintah masih perlu memastikan distribusi tetap berjalan agar tidak kembali menimbulkan antrean panjang di kemudian hari.
Pemkab Gunung Mas juga memperkuat komunikasi dengan pihak yang terlibat dalam rantai distribusi BBM. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengetahui persoalan pasokan sekaligus menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi gangguan.
Informasi ini merujuk pada laporan Multi Media Center Kabupaten Gunung Mas mengenai pemantauan distribusi BBM di Kuala Kurun pada 13 Mei 2026.
Sumber: Multi Media Center Kabupaten Gunung Mas (MMC Gumas).

